Dalam Islam, penyembelihan hewan bukan sekadar bentuk persembahan kepada Allah Swt. semata. Namun, lebih jauh dari itu, kurban merupakan bentuk ketaatan atas perintah-Nya sekaligus perwujudan dari rasa syukur atas segala nikmat yang telah dicurahkan-Nya.
Sama halnya dengan ibadah haji, ibadah kurban pun merupakan ibadah simbolik. Kurban bukanlah ritual pertumpahan darah melalui makhluk hidup lain untuk mendapatkan pertolongan dan kekayaan, melainkan bentuk ungkapan kepedulian kepada sesama.
Kurban di Masa Terdahulu
Sejak dahulu tradisi kurban memang sudah ada. Bahkan, orang-orang Arab yang kafir dan Yahudi pun melakukan kurban. Mereka berkurban untuk menebus dosa-dosa, meminta kekayaan, meredamkan kemarahan Tuhan, atau berharap pertolongan duniawi. Namun, semenjak Islam datang, tradisi kurban jahiliyah itu pun tergantikan.
Baca Juga: Mengajarkan Makna Berkurban kepada Anak Saat Momen Iduladha
Dalam Islam, makna kurban merupakan bentuk ketaatan dan kepatuhan kepada Allah Swt. Kurban pun merupakan cara untuk meredam ego, kesombongan, serta sifat kikir di hadapan Allah Azza wa Jalla. Hal itu seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur’an surah As-Safat ayat 102-107 mengenai kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
“Maka ketika (anak laki-laki) mencapai (usia) sanggup bekerja dengannya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya saya bermimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai Ayahku! Lakukan apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, Insyaallah Engkau akan menemukanku, termasuk orang yang sabar.’ Maka ketika keduanya telah berserah diri (kepada Allah), dan dia (Ibrahim) membaringkannya anaknya atas pelisnya (untuk pengorbanan). Lalu kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah memenuhi mimpi itu!’ Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat benar. Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
Kesimpulan
Sehingga bisa disimpulkan bahwa ibadah kurban dalam agama Islam memiliki makna yang sangat mendalam. Tak hanya sebatas ritual simbolik semata, akan tetapi terkandung nilai ketaatan, keikhlasan, pengendalian diri, kesyukuran, hingga kepedulian sosial terhadap kondisi sesama.
Setiap muslim yang hendak menunaikan ibadah kurban memang dianjurkan untuk memahami dan menghayati makna yang terkandung dalam ibadah kurban. Hal itu agar saat berkurban tak hanya sekadar menyembelih hewan ternak semata, akan tetapi dapat mencari pelajaran serta hikmah yang berarti di dalamnya.
Baca Juga: Bolehkah Berkurban Lebih dari Satu Hewan?
Rumah Zakat mengajak Sahabat untuk berkurban dalam program Superqurban atau Desaku Berqurban. Melalui program kurban dari Rumah Zakat tersebut, Sahabat akan mendapat kemudahan serta kepraktisan dalam berkurban.
Hewan kurban bisa dibeli secara online, perawatan hewan pun akan ditanggung oleh Rumah Zakat. Selain itu, penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan sesuai syariat Islam dengan kondisi hewan yang sehat dan sesuai syaratnya.
Mari berkurban bersama Rumah Zakat dengan mengikuti tautan berikut ini.


