[:ID]KEBUN GIZI UNTUK KETAHANAN PANGAN WARGA MOJOSONGO[:en]NUTRITIONAL GARDEN FOR SUPPORT THE NATIONAL FOOD SUPPLIES[:]

[:ID]SOLO. Rabu (03/01/2017) Program Kebun Gizi di wilayah Kecamatan Jebres diawali dari Dusun Ngemplak Sutan, Kel. Mojosongo, Jebres, Solo pada tahun 2013.

“Mulanya hanya program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kemudian kami melihat ada peluang lain untuk wilayah ini. Mulailah kami buat kebun gizi,” tutur Anto, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat bidang kesehatan untuk Mojosongo.

Awalnya, program Kebun Gizi beranggotakan para kepala keluarga, dan saat ini anggotnya telah mencapai 50 orang. Namun, pada tahun 2016 dibentuklah kelompok wanita tani yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga. Menurut Anto hal ini sebagai salah satu upaya memberdayakan peran ibu rumah tangga dalam membangun desa tempat tinggalnya.

Kelompok tani yang beranggotakan 10 orang ibu rumah tangga tersebut, kini sudah mulai membuahkan hasil. Berbagai macam sayuran mulai dari sawi, terong, paria, cabe, kembang
kol, sawi putih, hingga kubis sudah mulai dipanen dan hasilnya pun bisa menghemat uang belanja mereka.

Setelah empat tahun didampingi, wilayah Ngemplak Sutan telah menjelma menjadi Kampung Sayuran Organik yang mampu memandirikan masyarakat serta mencukupi kebutuhan sayuran warganya.

“Alhamdulillah karena program Kebun Gizi ini, dusun kami beberapa kali dikunjungi oleh pemerintah baik daerah maupun nasional. Bahkan, pemerintah kota juga turut memberikan berbagai peluang kolaborasi baik melalui Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kota, maupun Dinas Kesehatan,” pungkas Anto.

Newsroom/Kuna
Solo

 

 [:en]SOLO. Wednesday (03/01/2017) Nutrition Garden Program in Jebres District started from Dusun Ngemplak Sutan, Kel. Mojosongo, Jebres, Solo in 2013.

“Initially only the Clean and Healthy Behavior program (PHBS), then we see there are other opportunities for this region. So, we begin to create a nutrition garden, “said Anto, Empowered Village Facilitator of Rumah Zakat for Mojosongo.

Initially, the Nutrition School program consists of family heads, and currently, its members have reached 50 people. However, in 2016 formed a women farmer group consisting of housewives. According to Anto, this is one of the efforts to empower the role of housewives in building the village where she lives.

The farmer group of 10 housewives, has now begun to bear fruit. Various kinds of vegetables ranging from mustard greens, eggplant, pariah, chili, flower cabbage, white mustard, until the cabbage have begun to be harvested and the results can save their spending money.

After four years of being accompanied, Ngemplak Sutan has been transformed into an organic Vegetable Village that is capable of self-sufficient community and sufficient vegetable needs of its citizens.

“Alhamdulillah because of this Nutrition Garden Program, our hamlet is visited by many local and national governments, and even the city government also provides various collaboration opportunities through the National Food Supply, City Agriculture Office, and Health Department,” said Anto.

Newsroom / Kuna
Solo[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia