MELEPAS RAMADHANKU YANG BERGUNCANG

Oleh Muhammad Haden Aulia Husein
Rumah Zakat-Bandung

Tak terasa, perhitungan hari di Ramadhan hanya mampu kita gurat di atas kertas jadwal imsakiyah. Hanya mampu menunggu berbuka, tapi tak mengerti apa sesungguhnya arti berkah sebenarnya. Sibuk makan sahur tapi lupa amalan harian tidak terukur. Tiap episode harinya belum tuntas kita maksimal berperan di dalamnya, Ramadhan sudah akan beranjak pergi mencapai klimaksnya di malam-malam ganjil berjamin pasti lebih baik dari seribu malam.

Bingunglah kita, Apakah harus bersenang dan tersenyum lebar dengan capaian yang dirasa cukup maksimal di Ramadhan ini atau hanya menyudut bersedih karena mungkin romadhon kali ini saja yang bisa diiikuti pribadi sebelum maut mengunjungi, dan itupun penuh kekurangan mengkabuti.

Gempuran kegiatan non-produktif seakan menjadi senjata andalan, alasan mengapa Ramadhan kali ini jarang membaca ayat cinta-Nya, menutupi kerak kejujuran diri bahwa tidak menyempatkan disenggangnya waktu yang ada untuk melantunkan kalam Illahi. Bukankah Ramadhan bulan diturunkannya al-Qur’an mulia sebagai pedoman hidup manusia! Dan malam-malam kemuliaan di dalamnya kau gontaikan dengan beragam urusan tak jelas di bandingkan menghidupkannya dengan munajat keampunan atas kesalahan yang diperbuat di hari-hari hidupmu yang terlewat.

Duhai prbadi yang lemah, alasan apa lagi yang kau nyanyikan untuk mengakui bahwa Ramadhan kali ini kau lalui dengan masih menempatkan dunia di haluan hidupmu. Allah SWT telah berbaik hati memberikan jamuan-Nya yang megah. Tapi hanya berapa malam kau hidupkan di dalamnya, berapa ribu ayat kau baca untuk menerangi langitnya, sedekah apa yang kau bisa bayarkan untuk semua kenikmatan di dalamnya? Istighfarlah segera dan memohon ampun di lautan rahmat-Nya. Mintalah kepada-Nya agar amalan Ramadhan yang dilakukan memberatkan timbangan amalan di akhirat. Umur jelas semakin berkurang, kesempatan pun semakin jarang dan tubuh akan bertambah rentan. Layakkah aku bersua dengan Ramadhan lagi di masa hadapan? Layakkah Aku mendapat jubah kemenangan?

Yaa Robbana, sempurnakanlah Ramadhan saat ini dengan rahmat-Mu. Walau kami menyadari banyak kekurangan di pribadi-pribadi kami yang lemah, berikanlah cahaya petunjuk-Mu untuk menggenapkan amalan Ramadhan kami dengan Ridho-Mu di hari kemenangan kami nanti, di hari yang mulia nan fitri.

\”Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut melainkan hanya rasa lapar dan dahaga,\” H.R. Ahmad.

Tags :
Konfirmasi Donasi