Bolehkah Tidak Memaafkan Orang yang Zalim? Ini Penjelasan dalam Islam

oleh | Agu 31, 2026 | Inspirasi

Ketika seseorang diperlakukan zalim, rasa sakit dan kecewa tentu tidak mudah hilang. Karena itu, muncul pertanyaan, bolehkah tidak memaafkan orang yang zalim? Dalam Islam, memaafkan merupakan akhlak yang mulia, tetapi orang yang dizalimi tidak serta-merta berdosa hanya karena belum mampu memaafkan.

Baca juga : Doa Menghilangkan Kebencian terhadap Orang Lain Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Apakah Korban Zalim Wajib Memaafkan?

Islam menganjurkan umatnya untuk memaafkan kesalahan orang lain. Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syura ayat 40 bahwa balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi siapa yang memaafkan dan berbuat baik, pahalanya menjadi tanggungan Allah.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa memaafkan memiliki keutamaan yang besar. Namun, orang yang dizalimi juga memiliki hak untuk mendapatkan keadilan.

Jadi, tidak memaafkan orang yang zalim tidak otomatis membuat seseorang berdosa, selama tidak membalas kezaliman dengan perbuatan yang melampaui batas atau melakukan kezaliman baru.

Bolehkah Menuntut Keadilan?

Boleh. Islam tidak mengajarkan korban untuk diam terhadap kezaliman tanpa alasan.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 148 bahwa Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi.

Ayat ini menunjukkan adanya ruang bagi orang yang dizalimi untuk menyampaikan kezaliman yang dialaminya, terutama ketika hal tersebut diperlukan untuk memperoleh pertolongan atau keadilan.

Memaafkan Bukan Berarti Membiarkan Kezaliman

Perlu dibedakan antara memaafkan dan membiarkan seseorang terus berbuat zalim.

Seseorang boleh memaafkan, tetapi tetap menjaga jarak, menetapkan batasan, atau menempuh jalur yang benar untuk melindungi dirinya dari kezaliman berikutnya.

Memaafkan juga tidak berarti harus melupakan kejadian atau kembali mempercayai orang tersebut seperti sebelumnya.

Bagaimana Jika Belum Mampu Memaafkan?

Tidak semua luka dapat sembuh dalam waktu singkat. Jika belum mampu memaafkan, seseorang dapat berusaha menahan diri agar rasa sakit tersebut tidak berubah menjadi kebencian yang mendorong perbuatan zalim.

Daripada membalas, seorang Muslim dapat menyerahkan urusan tersebut kepada Allah dan memohon agar diberikan kekuatan serta keadilan.

Baca juga : 5 Penyakit Hati Dalam Islam yang Harus Dihindari

Kesimpulan

Bolehkah tidak memaafkan orang yang zalim? Jawabannya, boleh. Islam memang sangat menganjurkan memaafkan, tetapi orang yang dizalimi memiliki hak untuk mendapatkan keadilan.

Yang perlu dijaga adalah jangan sampai rasa sakit akibat kezaliman membuat kita melakukan kezaliman yang sama kepada orang lain.

Memaafkan adalah kemuliaan, tetapi menjaga diri dari kezaliman dan memperjuangkan keadilan juga dibenarkan dalam Islam.

Sahabat, yuk tunaikan zakat, infak dan sedekah melalui Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait