Indonesia berada di wilayah pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak sumber gempa bumi, termasuk zona megathrust.
BMKG menyebut terdapat 13 segmen zona megathrust yang tersebar dari wilayah Aceh hingga Papua. Karena itu, pembahasan tentang megathrust bukan hanya berkaitan dengan satu daerah tertentu, tetapi mencakup sejumlah wilayah di Indonesia.
Lalu, di mana saja zona megathrust tersebut?
Baca juga : Megathrust, Apa Itu dan Seberapa Besar Risikonya bagi Indonesia?
Apa Itu Zona Megathrust?
Megathrust merupakan zona subduksi, yaitu wilayah ketika satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya. Pergerakan pada zona tersebut dapat menjadi sumber gempa bumi besar.
Di Indonesia, jalur subduksi membentang panjang dan terbagi menjadi beberapa segmen. Pembagian ini membantu para ahli memahami sumber gempa dan melakukan kajian risiko bencana.
13 Segmen Megathrust di Indonesia
Berdasarkan pemetaan sumber gempa Indonesia yang digunakan BMKG, terdapat 13 segmen utama megathrust berikut:
1. Aceh-Andaman
Segmen ini berada di wilayah barat laut Sumatra dan berhubungan dengan kawasan Aceh hingga Laut Andaman.
2. Nias-Simeulue
Segmen Nias-Simeulue berada di sebelah barat Pulau Sumatra dan berhadapan dengan wilayah Nias serta Simeulue.
3. Batu
Segmen Batu berada di lepas pantai barat Sumatra, di antara kawasan Sumatra bagian utara dan Kepulauan Mentawai.
4. Mentawai-Siberut
Segmen ini berada di lepas pantai Sumatra dan berhadapan dengan Kepulauan Mentawai, khususnya wilayah Siberut.
5. Mentawai-Pagai
Segmen Mentawai-Pagai berada di bagian selatan Kepulauan Mentawai dan masih termasuk dalam jalur subduksi di sebelah barat Sumatra.
6. Enggano
Segmen Enggano berada di sebelah barat Bengkulu dan berhadapan dengan Pulau Enggano.
7. Selat Sunda
Segmen Selat Sunda berada di wilayah selatan Selat Sunda dan berhubungan dengan kawasan antara Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat.
8. Jawa Barat
Segmen Jawa Barat berada di selatan Pulau Jawa dan merupakan bagian dari zona subduksi tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah wilayah Jawa.
9. Jawa Timur
Segmen Jawa Timur berada di selatan Jawa bagian timur. Zona ini membentang menuju kawasan Bali dan Nusa Tenggara dalam sistem subduksi Indonesia bagian selatan.
10. Sumba
Segmen Sumba berada di kawasan selatan Nusa Tenggara dan berkaitan dengan zona subduksi di wilayah tersebut.
11. Sulawesi Utara
Segmen Sulawesi Utara berada di kawasan utara Sulawesi. Wilayah ini termasuk salah satu kawasan tektonik aktif di Indonesia.
12. Philippine
Segmen Philippine berada di sekitar kawasan lempeng Laut Filipina dan berhubungan dengan wilayah Indonesia bagian timur.
13. Papua
Segmen Papua berada di kawasan utara Papua dan menjadi bagian dari sistem tektonik aktif di Indonesia timur.
Pembagian tersebut tercantum dalam peta segmentasi sumber gempa Indonesia yang digunakan dalam kajian kebencanaan. Peta BMKG menampilkan antara lain segmen Aceh-Andaman, Nias-Simeulue, Batu, Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, Enggano, Selat Sunda, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumba, Sulawesi Utara, Philippine, dan Papua.
Apakah Semua Segmen Akan Mengalami Gempa Besar?
Keberadaan zona megathrust menunjukkan adanya potensi sumber gempa, tetapi bukan berarti semua segmen akan mengalami gempa besar dalam waktu tertentu.
Waktu terjadinya gempa belum dapat diprediksi secara tepat. Karena itu, informasi mengenai potensi megathrust sebaiknya tidak dipahami sebagai ramalan bahwa gempa besar akan segera terjadi.
Potensi tersebut justru menjadi dasar penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
Mengetahui lokasi zona megathrust tidak cukup. Masyarakat juga perlu memahami risiko di daerah tempat tinggalnya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Kenali apakah wilayah tempat tinggal berada di kawasan rawan gempa atau tsunami.
- Ketahui jalur evakuasi dan titik kumpul.
- Siapkan Tas Siaga Bencana.
- Pastikan bangunan dan perabotan memiliki langkah pengamanan yang memadai.
- Buat rencana keluarga jika anggota keluarga terpisah.
- Ikuti simulasi gempa dan tsunami.
- Pantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD.
Khusus masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, pemahaman tentang jalur evakuasi tsunami menjadi sangat penting. Jika terjadi gempa kuat atau peringatan tsunami dikeluarkan, masyarakat perlu mengikuti arahan resmi dan segera menuju tempat aman.
Baca juga : Tas Siaga Bencana, Apa Saja yang Harus Disiapkan? Ini Daftar Lengkapnya
Kenali Risikonya, Jangan Panik
Indonesia memiliki banyak sumber gempa karena kondisi tektoniknya. Tiga belas segmen megathrust merupakan bagian dari sistem tersebut.
Mengetahui keberadaan zona megathrust bukan untuk membuat masyarakat takut. Sebaliknya, informasi tersebut dapat menjadi pengingat agar keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas memiliki kesiapan menghadapi gempa dan tsunami.
Kita memang tidak dapat mengetahui dengan pasti kapan gempa besar akan terjadi. Namun, kesiapsiagaan dapat dimulai sekarang, salah satunya dengan mengenali risiko dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


